Lewati ke konten utama
  1. Postingan/

Bahasa Ambient

·722 kata·4 menit
Tri Pudji Hastuti
Philosophy
Penulis
Tri Pudji Hastuti
Founder

Saya telah mengajar seorang anak sejak dia akhir tk kecil sampai sekarang sudah kelas 3 sd. Dia anak dari keluarga yang kurang mampu. Ibunya bekerja di perusahaan kecil dan membuka usaha laundry sambil berjualan gado-gado pada malam hari. Sedang ayahnya juga seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil. Tidak ada saudara yang berbahasa inggris. Jadi dia belajar komunikasi memakai bahasa inggris dalam kelas saya, seminggu sekali dan hanya 1 jam saja durasinya.

Awal pertemuan kami, saya datang dan mengajaknya bermain. Tetapi saya memakai bhs inggris 100 persen. Saya bertingkah seolah-olah saya orang tuanya yang menikmati kebersamaan dg bahasa inggris. Saya menciptakan bounding, keterikatan yang indah, hubungan dan trus yang lembut tetapi membuat dia merasa nyaman. Pertama dia suka membuat kue. Kami membuat donat bersama, membuat dough yang bisa dia makan. Saya hanya membawa tepung terigu dan sedikit bahan dari dapur. Seadanya saja. Dan setiap saya kesana, saya membawakan dia sesuatu yang dia suka dan harganya sangat kecil. Untuk murid yang satu ini saya punya instink jika anak ini akan menjadi murid saya yang istimewa. Untuk tarif les adalah tarif yang paling ringan sebagai guru les privat datang kerumah. Rp 150,000 untuk 4 meeting. Dia kadang bercerita tentang mamanya yang menyeterika banyak baju agar dia bisa les.

Sesudah donat atau dough roti, kami beralih ke melukis. Dia ternyata memiliki bakat melukis. Saya bawakan alat lukis anak saya yang sudah tidak terpakai lagi. Dan dia membuat lukisan lukisan yang sekarang terpajang menghiasi kamarnya. Tetap dengan diskusi dan speaking bahasa inggris. Di akhir pelajaran kami menikmati youtube dengan melihat short movies yang dia suka dan berhubungan dengan pengajaran kami.

Sesudah ketrampilan melukis, dia minta dibawakan alat-alat ketrampilan. Dia membuat banyak ketrampilan yang jika sudah selesai dia berikan kepada saya. Dan yah ketrampilan tsb menghiasi kamar tidur saya. Ada keterkaitan yang erat antara saya dan dia.
Pembicaraan berbahasa inggris kami pertama sederhana saja. Dan dia berbisik di telinga saya jika bertanya dalam bahasa indonesia. Saya yakin dia juga melihat tayangan-tayangan berbahasa inggris dari internet.

Saya memperlihatkan dengan bukti-bukti bahwa belajar bahasa inggris itu menyenangkan dan tidak sulit. Tanpa konfrontasi konsep-konsep yang aplicative masuk ke dalam sanubarinya. Menjiwai dia dan kemampuan berbicaranya. Juga kosakata. Semakin banyak kosa-kata yang muncul dari mulut kecilnya.

Mamanya memberikan ruang yang luas untuk kami berinteraksi. Ada kepercayaan yang penuh pada saya dan niat tulus saya.

Saya memulai pelajaran dengan suara saya yang lembut dan santai. Mata saya lembut mengawasi Faza dan menunjukkan keramahan pada anak tersebut. Kasih sayang antara guru dan murid begitu indah dan kami lewati kebersamaan dengan banyak hal yang bisa dia jangkau dan dia mengerti.

Sejak dia masuk sekolah sd saya mulai memberi latihan-latihan yang semaking intensif. Reading dari google sesuai levelnya, games, vocab dari portal wordwall, dictation (ini dia tidak suka karena jika ada kesalahan mamanya akan marah besar, jadi kadang-kadang saja kita kerjakan), grammar (untuk yang satu ini dia agak lemah, mungkin karena belum terbiasa dan masih harus beradaptasi dengan sistem grammar).

Dan sekarang, dia menjadi pribadi yang seutuhnya memiliki kemampuan berbahasa inggris yang jauh diatas level standar dari anak indonesia yang belajar bhs inggris. Sering dia saya beri latihan-latihan yang upper level tetapi yang dia mampu mengerjakan. Memang level dia 2 tingkat diatas level standard.

Disini ada bahasa inggris yang menyerap kedalam jiwa anak itu. Bahasa inggris menyatu kedalam hati dan pikirannya. Saya menyebutnya ambient language. Saya masih akan mengajar dia dalam waktu yang lama sekali selama mungkin di usia saya yang sudah senior ini. Saya tahu dan saya sadar, saya membantu dia dan keluarganya utk lepas dari cengkeraman kemiskinan dan kekurangan.

Mari fokus pada ambient language. Di teori ini, dengan pengajaran yang soft dan tanpa konfrontasi, bahasa inggris terloading di otak siswa bukan sebagai hal yang teoritis tetapi sebagai aplikasi yang membuat memori dan rasa nyaman. Anak itu memakai bahasa inggris sebagai satu kesatuan yang padu antara hati, jiwa, pikiran dan juga tingkah laku. Ada irama dalam dirinya dan pemikirannya yang didukung oleh gerakan mulut, mata, tangan, dan gerakan natural bukan dari bahasa indonesia tetapi dari bahasa inggris. Menyatu sebagai kesatuan dalam jiwa anak tersebut.

Semoga observant participant ini berguna dalam pembelajaran bahasa inggris terutama untuk anak-anak. Mereka berada pada fase keemasan dalam belajar bahasa inggris. Biarkan mereka menikmati bahasa inggris sebagai bahasa yang indah dan berbirama. Biarkan mereka menari dan menyanyi dalam birama tersebut agar tercipta lagu indah dari mulut kecil mereka.

Salam, miss puji

Terkait

Tips Menjadi Guru Les Privat Bahasa Inggris yang Berhasil
·316 kata·2 menit
Tri Pudji Hastuti
Tips Guru
Seni Mengajar: Menghubungkan Hati dan Pikiran
·465 kata·3 menit
Tri Pudji Hastuti
Filosofi Guru Pengajaran
Suatu Pendekatan untuk Mengajar
·476 kata·3 menit
Tri Pudji Hastuti
Michael Bagaskoro Edwards
Filosofi Guru Pengajaran Kesehatan Mental